“BUILDING A CULTURE OF PASSION”
Learning Center, Bandung, 27 – 29 Juli 2009
Content:
1. LATAR BELAKANG
2. Memahami pernyataan visi dan misi organisasi
3. MEMBANGUN MENTALITAS YANG BERLIMPAH
4. MENGINSPIRASI ORANG
5. Creating The “Life Sharer” / Carver of History
6. Exploring Human Potential
7. Be proud of your Unity
LATAR BELAKANG
“Passion” merupakan hasrat, semangat, dan keinginan yang kuat, yang timbul dari hati nurani untuk mengekspresikan seluruh potensi yang dimiliki dalam meraih sesuatu yang dianggap mustahil. Semangat tersebut dibangkitkan untuk mewujudkan visi dan tujuan yang telah disepakati dengan cara menjalankan disiplin yang tinggi, pantang menyerah, optimis, berani, tegas, innovative, dan lain-lain yang sifatnya positif.
Passion dilingkungan TELKOM dinilai perlu dibangkitkan mengingat adanya isu-isu dominan yang diidentifikasi menjadi penyebab rendahnya pencapaian performansi perusahaan. Isu-isu tersebut adalah:
1. Kepedulian karyawan terhadap pertumbuhan performansi perusahaan masih rendah. Sense of crisis yang rendah.
2. Sebagian karyawan belum memahami linkage antara tujuan perusahaan dengan pekerjaan mereka. Belum berpikir secara holistic.
3. Peta peran dan proses bisnis belum dipahami sepenuhnya oleh karyawan dimana mereka berada.
4. Proses pengambilan keputusan lambat.
5. Kerjasama antar tim rendah, terutama tim lintas unit.
6. Kepercayaan anggota tim terhadap pimpinan rendah.
Jika diteliti lebih jauh, isu-isu tersebut muncul akibat organisasi belum secara efektif mendorong dan membangun passion, talent, dan intellectual dalam pengelolaan workforce.
Secara teori, passion dibentuk berdasarkan tujuh dimensi, yaitu:
1. Pemahaman terhadap visi dan misi,
2. Disiplin,
3. Pantang menyerah,
4. Optimis
5. Berani,
6. Tegas,
7. Inovatif.
Hasil survey terhadap karyawan yang dilakukan oleh Learning Center untuk mengetahui bagaimana passion dimiliki, terdapat empat dimensi passion yang berada dibawah rata-rata komulati, yaitu inovatif, berani, pemahaman visi dan misi, dan optimis. Keempat dimensi yang nilainya dibawah rata-rata ini merupakan aspek fundamental yang sangat mendasar untuk pengembangan passion.
Berdasarkan hal tersebut diatas, manajemen memandang perlu untuk meningkatkan passion karyawan melalui gerakan (movement) membangun budaya passion. Dengan passion ini diharapkan segala potensi yang ada pada karyawan dapat dieksplorasi untuk mencapai performansi yang tinggi.
Gerakan membangun budaya passion dimulai dengan menyebar semacam change agents di setiap unit bisnis, yang disebut INFLUENCER yang telah dibekali pemahaman akan prinsip-prinsip bagaimana membangun passion.
Ada enam aspek yang perlu dipahami lebih dalam agar performansi tinggi dapat dicapai secara elegan:
1. How to Understand Vision & Mission Statement
2. Building abundance mentality
3. Inspiring People
4. Creating The “Life Sharer”/ Carver of History
5. Exploring human potensial
6. Be proud of your Unity
Memahami pernyataan visi dan misi organisasi
Membangun budaya passion dimulai dengan memberikan pemahaman terhadap pernyataan visi dan misi organisasi. Visi merupakan pernyataan komprehensif tentang apa yang diinginkan oleh organisasi, mengapa organisasi didirikan dan nilai-nilai yang diyakininya, atau gambaran masa depan yang ingin diraih.
Sedangkan misi merupakan pernyataan yang bersifat lebih realistis dan nyata daibandingkan visi. Pernyataan misi organisasi menggambarkan produk, pasar, budaya organisasi, dan sasaran keseluruhan organisasi tersebut.
Pernyataan visi dan misi yang jelas merupakan cerminan pikiran, hati, jiwa, keinginan yang kuat, dan sumberdaya dari organisasi. Riset menunjukkan bahwa dengan visi dan misi yang ditetapkan secara efektif dan dapat dipahami oleh seluruh karyawan, terutama para manager kunci, mempunyai pengaruh yang positif terhadap pencapaian performansi.
MEMBANGUN MENTALITAS YANG BERLIMPAH
Mentalitas yang berlimpah (abundance mentality) adalah sikap mental positif yang menekankan bagaimana permasalahan yang dihadapi dapat diselesaikan dari pada sekedar mencari sebab mengapa permasalahan tersebut muncul. Jadi tidak ada niat mencari kambing hitam. Mentalitas yang berlimpah dibangun berlandaskan pikiran yang positif (positive thinking) dan mengembangkan sikap-sikap sebagai berikut:
1. Selalu melihat peluang dan kesempatan yang ada daripada rintangan dan permasalahan,
2. Adanya keyakinan bahwa dimana ada kemauan, disana ada jalan,
3. Sikap mental positif dan menekan sikap mental negative seperti meremehkan, selalu berpikir kegagalan, dan keputusasaan.
Disamping itu, juga harus selalu dikembangkan keyakinan-keyakinan sebagai berikut:
1. Semakin banyak menjual semakin banyak yang ada untuk dijual,
2. Semakin banyak memberi semakin banyak yang ada untuk dapat diberikan,
3. Semakin banyak saya tahu semakin banyak yang ada untuk diketahui,
4. Apabila saya membutuhkan uang, saya akan berupaya untuk mendapatkannya,
5. Apabila saya membutuhkan orang saya akan mengupayakan untuk mencarinya,
6. Ada sumber daya yang cukup tersedia untuk mencapai tujuannya
7. Kesuksesan mereka bukan berarti kegagalan orang lain. Sebaliknya semakin mereka sukses semakin banyak orang lain yang mendapatkan pengaruh positif.
8. Mereka akan menjadi gembira apabila orang lain dan rekan kerja berhasil baik.
9. Mereka dapat memasuki setiap transaksi bisnis dengan sikap “Win-win solution”
Sikap dan Pikiran Positif Dapat Didorong dan dikembangkan melalui afirmasi positif. Afirmasi positif ini merupakan cara untuk mengatasi pikiran-pikiran negatif, melalui pengulangan-pengulangan pernyataan-pernyataan positif secara berkelanjutan sehingga mudah diingat.
MENGINSPIRASI ORANG
Menginspirasi merupakan kegiatan dan/atau perkataan yang dapat mempengaruhi orang lain untuk maju dan membuat perubahan kearah yang lebih baik. Sumber-sumber inspirasi dapat berasal dari sukses yang terlihat, role model, kata-kata bijak, dan lain-lain.
Gambar diatas merupakan empat kunci sukses yang mendorong inspirasi untuk berbuat sesuatu hal yang luar biasa:
1. Menciptakan visi yang inspiratif dan menetapkan tujuan yang jelas,
2. Kepemimpinan yang inspiratif:
a. Lebih banyak LEAD (mau mendengar, berbagi, dan membantu) dari pada MANAGE
b. Memberikan tantangan untuk keluar dari asumsi dan status quo, dan berani mengambil risiko,
c. Memberdayakan karyawan secara optimal, selalu belajar, dan tidak cepat puas,
d. Menciptakan organisasi yang efektif dan focus pada tujuan.
3. Lingkungan yang inspiratif:
a. Menciptakan kebebasan untuk keluar dari birokrasi yang mengekang,
b. Menyenangkan dan nyaman,
c. Mendorong kerjasama yang solid, semangat tinggi, kebebasan berpendapat, dan saling menghormati.
4. Mendorong munculnya eksperimen dan membuat pekerjaan menjadi menyenangkan melalui:
a. Peningkatan potensi dan semangat untuk berinovasi,
b. Inovasi harus dihargai sebagai upaya untuk berubah kearah yang lebih baik.
Jadi menginspirasi orang merupakan bagian penting dari seorang leader.
Creating The “Life Sharer” / Carver of History
Carver of history pengulir sejarah adalah orang-orang yang menorehkan kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau. Rahasia dari pengukir sejarah adalah terletak pada jiwa sumber idenya, yaitu obsesi.
Obsesi adalah ide, pikiran, bayangan, atau emosi yang tidak disadari/terkendali, yang sering dating tanpa dikehendaki atau mendesak masuk dalam pikiran seseorang yang mengakibatkan rasa tertekan dan cemas.
The American Heritage® Dictionary of the English Language mendefinisikan obsesi adalah “Compulsive preoccupation with a fixed idea or an unwanted feeling or emotion, often accompanied by symptoms of anxiety”.
Obsesi muncul dari keinginan yang kuat yang diikuti dengan usaha untuk mewujudkannya. Jika keinginan tersebut sudah mendominasi pikiran tanpa disadari, sampai membuat emosi meluap, bahkan sering dengan pengejaran yang membabi-buta.
Orang yang terobsesi akan mendapatkan kekuatan pada kata dan tindakan, energy pada setiap ide yang muncul, daya dan kekuatan pada akehidupannya, kekuatan untuk menyemangati orang lain, dan keyakinan yang dalam akan apa yang diinginkan.
Indikasi orang yang terobsesi dapat dapat dilihat dari ucapan maupun tindakan yang menunjukkan:
1. Ucapannya dapat membakar semangat orang yang mendengarkan,
2. Ide-ide \nya dapat membakar semangat orang yang membaca tulisannya,
3. Nasihatnya dapat menundukkan kesombongan logika para penyimaknya,
4. Motivasinya mampu mencengkeram kuat kepada setiap orang yang merasainya,
5. Kemampuan memberikan energy besar untuk meledakkan potensi kemanusiannya yang luar biasa kepada orang lain.
Obsesi untuk mencapai tujuan organisasi bagi setiap insan karyawan TELKOM harus ditumbuhkan agar agar performansi dapat dicapai. Obsesi untuk menjadi seorang pengukir sejarah.
Exploring Human Potential
Potensi adalah kemampuan-kemapuan, keahlian-keahlian, dan bakat yang dimiliki seseorang namun belum dimanfaatkan, dipergunakan secara maksimal. Potensi tersebut berada di dalam pribadi seseorang dan merupakan anugerah yang luar biasa bagi umat manusia dari sang pencipta.
Anugerah tersebut berupa akal budi dan kecerdasan yang memungkinkan manusia mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk memilih. Kebebasan untuk memilih arah tujuan kehidupannya. Apakah kita selalu berpikir positif dan membentuk sikap diri yang menunjang kesuksesan ataukah pikiran negative yang dapat membunuh kesuksesan kita? Manusia mempunyai kebebasan untuk memilihnya.
Seandainya hal-hal yang bersifat positif saja yang keluar dari dalam diri seluruh karyawan TELKOM, niscaya akan menjadi kekuatan yang luar biasa bagi perusahaan untuk mewujudkan tujuannya. Potensi ini harus dikembangkan melalui akitifitas-aktifitas:
1. Menemukan kelebihan, keistimewaan, bakat, dan minat,
2. Mengikuti seminar, training, workshop, magang, dan sekolah,
3. Melakukan coaching dan counseling,
4. Mengajarkan potensi kita, jadilah guru di bidang kita,
5. Membangun lingkungan/pergaulan yang kondusif,
6. Meningkatkan jam terbang/pengalaman secara terus-menerus
Be proud of your Unity
Banggalah terhadap Telkom. Banggalah terhadap organisasi tempat kita bekerja. Banggalah terhadap unit kita. Kebanggaan merupakan salah satu wujud rasa bersyukur terhadap apa yang telah kita dapatkan dari organisasi kita bekerja. Bersyukur bahwa sampai saat ini TELKOM masih memberikan benefit yang layak bagi kita dan keluarga. Bersyukur ditengah-tengah kondisi krisis global yang mendera, TELKOM masih survive.
Rasa bersyukur harus ditanamkan kepada setiap insan. Rasa bersyukur terhadap pencapaian-pencapaian saat ini merupakan hasil dari pelaksanaan amanah/mandat yang kita emban sebagai konsekuensi dari pilihan kita bekerja di TELKOM. Agar amanah tersebut sukses kita emban, beberapa hal yang perlu dilakukan:
1. Menghilangkan dendam masa lalu,
2. Membuat komitmen terhadap profesionalisme dan tujuan dari amanah yang kita emban,
3. Tidak menghianati values yang sudah dibangun pendahulu,
4. Yang kita kerjakan dapat dipertanggungjawabkan,
5. Selalu siap mewariskan mandat dan values kepada penerus.
Kebanggaan akan TELKOM yang dibangkitkan dari rasa bersyukur ini dapat menjadi pemicu tumbuhnya energy yang luar biasa dalam mengejar tujuan perusahaan.